Megatrend Mobility dan Cloud Computing, Siapkah Anda?

Mobile and Cloud MegatrendSudah tidak dapat disangkal lagi, arah Megatrend MoCo merangsek di berbagai industri bisnis dan ukuran bisnis. Megatrend “Mobility & Cloud Computing” tersebut sering disebut sebagai Megatrend “MoCo”.

Manfaat Cloud Computing

Hasil suvey dan riset dari berbagai sumber bersepakat bahwa:

  1. Tren dinamika masyarakat bisnis membuat para pebisnis dan profesional semakin Mobile. Hal ini juga di deteksi oleh para pakar lalu lintas jalan, bahwa jalanan akan menjadi semakin penuh bukan hanya karena jumlah manusia-nya yang bertambah, tetapi juga frekuensi aktifitas secara mobile juga meningkat pesat. Fakta ini searah dengan adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang tidak bisa digantikan dengan online, seperti meeting dengan pelanggan, kegiatan relationship dengan pelanggan, etc. Hal yang unik adalah gaya hidup mobility saat ini telah mendorong terjadinya peningkatan kebutuhan Internet connectivity & Content yang semakin pesat.
  2. Tren kebutuhan masyarakat bisnis terhadap Model Bisnis Cloud. Untuk menyediakan aplikasi dan content, pelaku akan mendapat Manfaat Cloud Computing yang meliputi kelincahan bisnis (Agility) sebagai manfaat utama, selain itu juga Cost effectiveness dan pembatasan Resiko adopsi teknologi. Tantangan dan Peluang bisnis saat ini menuntut kelincahan bisnis dan efektifitas biaya yang semakin tinggi, hal ini terkait dengan meningkatnya persaingan bisnis.

Mobility, Cloud Computing dan Data

Mobility, Cloud and Data Megatrend

Megatrend: Mobility, Cloud and Data

Tentang Cloud Computing

Dengan adanya Megatrend ini dapat diramalkan bahwa adopsi Cloud akan terus kuat, apalagi saat ini adalah fase awal tumbuh berkembangnya Cloud Computing. Bayangkan rata rata pertumbuhan Cloud Computing di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun pertama sejaknya lahirnya adalah CAGR berkisar 50%.

Megatrend MoCo adalah gelombang megatrend lanjutan dari megatrend sebelumnya yaitu megatrend Internet. Apa saja enabler MoCo selain 2 point Demand Driver di atas? Selain driver diatas, driver yang lain adalah Technology Driver berupa Jumlah manusia yang terkoneksi internet. Saat ini jumlah warga Indonesia yang terhubung dengan Internet adalah 20% dari total populasi Indonesia. Oleh karena itulah industri e-commerce di Indonesia mulai mendapatkan traction-nya di tahun 2011, ketika Internet user mencapai 20% tsb.

So, jika semua korporasi, individu yang doing bisnis dan masyarakat secara umum semakin membutuhkan MoCo, maka dapat dipastikan kebutuhan SDM/brainware yang berkompeten menjadi keniscayaan.

Bahkan sebagai perbandingan, di Singapore pemerintahnya memberikan insentif pengurangan pajak bagi institusi bisnis yang mengadopsi Cloud. Hal ini dikarenakan pada potensi penghematan yang besar dari skala negara, yang berujung pada penghematan belanja negara s/d penghematan pemakaian listrik Data Center di negara tsb.

Kebutuhan infrastruktur Cloud Computing di Korporasi, dibagi menjadi beberapa model adopsi.

Berikut adalah peluang untuk menjemput kebutuhan baru MoCo ini:

  1. Korporasi membangun sendiri Infrastruktur Cloud Computing, kebutuhan: SDM untuk planning s/d implementasi
  2. Korporasi berlangganan Infrastruktur Cloud Computing, kebutuhan: SDM untuk implementasi pada lingkungan Cloud
  3. Korporasi memiliki Infrastruktur Cloud Computing dan juga berlangganan Infrastruktur Cloud Computing.

Sehingga dapat disimpulkan bagaimanapun modus adopsi Cloud yang terjadi pada Korporasi, kebutuhan SDM yang kompeten terhadap Cloud Computing adalah keniscayaan.

Siapkah anda?

Apakah anda siap menyambut kebutuhan ini? Segera bangun kompetensi anda dan jaringan profesi yang mendukung. Semua korporasi besar pada industri yang potensial sangat membutuhkannya. Pastikan anda menjadi bagian dan pelaku dari gelombang baru ini..

Bukan hanya menjadi penonton :)

Investasikan Training IT/Kursus IT Cloud Computing yang mendukung dan searah dengan Tren kebutuhan pasar saat ini.